Skip to main content

Curhat Lewat Foto Mesra, Kekasih Coki Pardede Sakit Hati Video Penangkapan Sang Komika Viral, Kapolda Metro Angkat Bicara


 Kekasih Coki Pardede, Firsabila mengaku sakit hati usai melihat video penangkapan sang komika viral di media sosial. Firsabila lalu curhat lewat foto mesra bersama Coki Pardede dengan menyisipkan pesan menyentuh hati. Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Fadil Imran angkat bicara terkait video penangkapan Coki Pardede yang viral.

Firsabila akhirnya menanggapi kasus penyalahgunaan narkoba yang membelit kekasihnya, Coki Pardede. Tak berapa lama saat sahabat Tretan Muslim itu ditangkap polisi, netizen sempat menanyakan hal ini kepada Firsabila. 

Hubungan asmara Firsabila dengan Coki Pardede memang sudah diketahui publik sejak setahun lalu. Meski tak terang-terangan menyebut sebagai pasangan kekasih. Coki Pardede dan Firsabila kompak mengunggah foto mesra di akun Instagram masing-masing. Dari situlah, netizen mengambil kesimpulan keduanya sudah menjalin ikatan cinta. 

Begitu video penangkapan Coki Pardede viral di media sosial, netizen terkejut. Tentu, tak ada yang menyangka komika jebolan Stand Up Comedy Indonesia season 4 ini tersandung kasus narkoba. Dari situ, netizen mencoba melakukan konfirmasi kepada kekasih Coki Pardede. Terlebih lagi, dalam video penangkapan Coki Pardede, sempat muncul isu video porno gay.

Belakangan kekasih Coki Pardede mengaku sakit hati melihat video penangkapan sang komika viral di media sosial. Terlebih lagi, isu kekasihnya memiliki orientasi hubungan sesama jenis usai kedapatan menonton video porno gay saat penangkapan. Firsabila curhat lewat foto mesra bersama Coki Pardede di akun Instagram pribadinya. 

Firsabila buka suara soal penangkapan sang kekasih. Selama setahun berpacaran, Firsabila tak pernah mengetahui Coki Pardede mengonsumsi sabu.

Firsabila menceritakan isi hatinya dalam I-talk. Sebagai orang yang dekat dengan Coki Pardede, Firsabilah mengaku tak pernah melihat hal-hal aneh pada diri sang kekasih.

Dari hasil pemeriksaan di kantor polisi, Coki Pardede disebut mengaku baru jadi pengguna aktif 8 bulan belakangan. Melihat fakta tersebut, Firsabilah tak mau menambah penilaian sepihak yang seperti diberikan oleh orang yang tak mengenal Coki Pardede.

Firsabila tak ingin penilaiannya terhadap Coki Pardede berubah hanya karena satu kesalahan yang sang kekasih perbuat.

"Nggak apa-apa, karena kalau orang melihat seribu kebaikan Coki dengan sekarang itu runtuh dengan satu kejahatan ya kekurangan dia yang sekarang. Aku justru ya sebaliknya saja," tuturnya.

"Justru melihatnya sepercik saja, setiap manusia punya dark side-nya masing-masing dan kita hanya manusia memiliki pemilihan dosa yang berbeda-beda. Rasa kecewa ada, tapi nggak aku jadikan poin utama," tegas Firsabila.

Firsabila juga mengatakan, selama berhubungan dengan Coki Pardede, dia tak merasakan ada hal yang ganjil yang menjurus dengan pemakaian barang haram itu.

"So far sih nggak ya. Apa yang dia lakukan selama ini menurut aku normal. Aku juga punya banyak teman, yang pemakai ada, itu kelihatan (kalau pemakai). Kalau kabarnya menggunakan narkoba jenis sabu kan kalau jenis itu biasanya kayak lebih aktif. Dia nggak kayak gitu, normal saja," cerita Firsabilah.

"Coki itu orang yang sangat cerdas, talkative, juga orangnya excited. Somehow dia sosok yang introvert," ungkapnya.

Namun, Firsabila terang-terangan mengaku sakit hati usai melihat video penangkapan Coki Pardede viral di media sosial. Dalam video itu, publik dapat mendengar dengan jelas seseorang menegur Coki Pardede yang tengah menonton video porno gay. Hal itu yang membuat Firsabila sakit hati mengapa hal itu diungkapkan dan menjadi viral.

"Lebih kayak ke video penangkapan itu yang masih nggak terima. Coki itu sosok yang luar biasa. Dia sangat humanis banget, dia menjaga manusia, jadi setiap manusia punya hak baik dan buruk, dia sangat menghargai, dan respect sama segala hal apa pun," ucap Firsabila.

"Ketika aku lihat penangkapan itu, kok orang-orang yang bertugas seperti tak memanusiakan dia. Dia salah apa? Memang dia melukai dirinya sendiri, menambah angka pengguna narkotika di negara kita terutama bagi seorang public figure, nggak semua yang memakai narkotika ditangkap seperti itu. Kenapa harus Coki yang harus itu apalagi me-mention hal-hal yang sebenarnya tidak perlu dan belum tentu terjadi. Tidak memanusiakan manusia," tukasnya.

Hati Firsabila memang sudah tersakiti begitu tahu video penangkapan Coki Pardede menjadi perbincangan publik satu Indonesia. Firsabila juga menyebut hal itu dirasakan orang-orang yang sayang dengan Coki Pardede.

"Nggak cuma nyakitin Coki, tapi nyakitin semua yang sayang sama Coki. Oke Coki bersalah ayolah tolong didukung (untuk sembuh). Kita dukung Coki untuk berhenti, untuk sembuh," tegas Firsabila.


Baru-baru ini Firsabila mengunggah foto mesra bersama Coki Pardede di akun Instagram pribadinya. Ia menyisipkan kalimat dukungan penuh untuk sang kekasih. "I wish I could tell em' the whole story, why I didn't give up on him." 

Tentu saja, foto mesra Coki Pardede ini mendapatkan banyak komentar. Hingga saat ini, tercatat 674 komentar yang ditulis sahabat dan pengikut Firsabila. Pastinya, komentar itu berisi dukungan terhadap Firsabila dan Coki Pardede.

Foto mesra Firsabila dengan Coki Pardede dapat dilihat di bawah ini. Firsabila memang jarang mengunggah foto romantis dengan sang kekasih. Dia lebih banyak memamerkan foto dirinya berpose di depan kamera. 


Rupanya, curhat Firsabila sampai ke telinga Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran. Pimpinan di lingkungan Polda Metro Jaya ini angkat bicara soal video penangkapan Coki Pardede yang viral di media sosial.

Fadil Imran menyayangkan beredarnya video penangkapan Coki Pardede dan menilai anggota tidak etis.

"Saya lihat video (penangkapan) kemarin viral di medsos, di samping tidak etis, dia juga merendahkan harkat dan martabat manusia," kata Fadil Imran dalam sebuah video, Rabu (8/9/2021).

Hal itu diungkap Fadil Imran dalam rapat mingguan, Senin (6/9) kemarin di Polda Metro Jaya. Ada 2 poin yang disorot Fadil yakni soal video penangkapan Coki Pardede dan juga soal anggota bersenjata api larang panjang saat konferensi pers.

Fadil Imran mengatakan video penangkapan tersebut tidak elok karena menjadi tontonan publik. Apalagi dibubuhi kalimat yang merendahkan Coki Pardede.

"video penangkapan itu tidak elok dipandang publik, apalagi dengan narasi-narasi, kalimat-kalimat yang merendahkan harkat dan martabat manusia," paparnya.

Mantan Kapolda Jawa Timur ini meminta anggota untuk menghormati hak seseorang meskipun statusnya sebagai tersangka.

"Siapapun dia, tetap memiliki hak sebagai individu yang wajib kita hormati dan kita hargai," katanya.


Poin kedua, Fadil meminta agar personel dalam menyampaikan konferensi pers lebih humanis, terutama di kasus narkoba.

"Kalau bukan bandar (narkoba), bukan teroris, tidak perlu pakai laras panjang. Enggak usah lagi gagah-gagahan," katanya.

"Acara-acara yang mempertontonkan kekerasan yang bisa ditiru, tidak usah pakai laras panjang, tidak manusiawi itu," tuturnya.

Video penangkapan Coki Pardede ini juga diulas Fadil Imran dalam perbincangan dengan YouTuber Deddy Corbuzier. Menurt Fadil, polisi yang merekam video penangkapan tersebut melanggar kode etik.

"Kalau (yang merekam) polisi, melanggar etik dia. Apalagi kalau tindakan itu menggunakan cara-cara yang tidak baik, kan ada sidang kode etik di polisi biasa," kata Fadil, seperti dilihat detikcom di kanal YouTube Deddy Corbuzier, Selasa (7/9).

Polisi juga dilarang menyebarluaskan video penangkapan pelaku.

"Sebenarnya tidak boleh polisi menyebarkan secara etika, ya. Secara etik tidak boleh dia dikerjakan seperti itu dan biasanya kalau ada komplain dari masyarakat dan kami juga evaluasi," tambahnya.

Kendati demikian, Fadil mengatakan pengecualian jika kasus-kasus yang ada memang telah disusun dan sudah disiapkan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) demi kepentingan penyidikan.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar