Skip to main content
Foto Tukul Arwana Kurus Beredar, Ternyata Sang Pelawak Belajar Tepuk Tangan Monyet dari Komedian Ini, Begini Kondisinya Sekarang

Foto Tukul Arwana Kurus Beredar, Ternyata Sang Pelawak Belajar Tepuk Tangan Monyet dari Komedian Ini, Begini Kondisinya Sekarang


 Foto Tukul Arwana kurus beredar di media sosial, ternyata sang pelawak belajar tepuk tangan monyet dari komedian ini. Begini kondisinya sekarang. 

Pelawak Tukul Arwana dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami pendarahan otak pada 22 September 2021. Sejak itu, kabar terkini sang pelawak selalu dinantikan fans. Maklum, Tukul Arwana sampai harus menjalani operasi untuk memulihkan kondisinya. 

Cerita masa lalu tentang Tukul Arwana datang dari Ramon Papana Tommy Bens. Sahabat Tukul Arwana ini dikenal sebagai pelopor stand up comedy Indonesia dan sekaligus komedian yang mendirikan Cafe Comedy pada tahun 90-an akhir. 

Ramon Papana, begitu dia biasa disapa, kerap menjadi produser berbagai acara televisi dan album musik di era 90-an. Mungkin namanya saat ini kurang terdengar lantaran sejak dari dulu peran Ramon Papana selalu di belakang layar. 

Ramon Papana bisa dibilang salah seorang yang menemukan Tukul Arwana hingga mendorongnya untuk terjun di dunia hiburan Tanah Air. Lewat akun Facebook pribadinya, Ramon Papana menuliskan kisah tentang Tukul Arwana yang merintis karir dunia hiburan dari nol. 

Foto Tukul Arwana kurus yang beredar di Facebook rupanya berasal dari salah satu unggahan Ramon Papana Tommy Bens, yang memang sudah dikenal luas oleh para pelaku industri hiburan Tanah Air. 

Sekitar tahun 1992, Ramon Papana menjadi produser acara komedi bertajuk Hari Harry Mau di stasiun televisi ANteve. "Kita membuat stopper antar segmen di mana ditampilkan pantomim atau sketsa selama 15 detik," cerita Ramon. Ketika itu, pengisi stopper itu diserahkan ke Tukul Arwana, yang masih mencari jalan di dunia hiburan Tanah Air. 

Rupanya, Tukul Arwana kurang percaya diri menjalaninya. Dia banyak bertanya dan ragu-ragu. "Akhirnya saya turun langsung ber-pantomim sama Tukul," sebut Ramon Papana.

Ramon Papana yang pernah melayangkan kritikan terhadap komika Tanah Air lantaran banyak komedian dianggapnya suka membicarakan hal-hal jorok ketika perform itu kembali meneruskan cerita tentang Tukul Arwana. 


Pada awal tahun 90-an, Ramon Papana mentraktir Tukul Arwan di Bakmi Gang Kelinci. "Dia sungkan dan malu-malu ikut saya karena lapar." 

Nraktir Tukul (yang bingung mau pesan apa dan memutuskan "sama aja" sama Pak Ramon) ketika itu sudah penuh tawa. Pelawak muda yang sopan dan sadar kejelekannya ini sempat ngebanyol (tentang Bakmi Gang Kelinci, apa jual kelinci..?) dan terus ketawa ketawa waktu aku ajak naik BMW 318i M40 Hijau ku (lebih lengkap: B 2140 NR harga:.......ha ha ha) dan "nganter pulang" calon Bintang yang dikemudian hari akan jadi Pelawak Top dan "orang kaya" Indonesia ini.


Aku sendiri waktu itu tidak sadar bahwa dikemudian hari aku akan banyak kali terus terusan bertemu pemuda kurus (waktu itu agak dekil) dan bahkan mengajaknya naik panggung (ketika aku ngeMC atau ketika ada acara dengan para JetSet Jakarta, cucu presiden, artis, designer dan pejabat, dll) bahkan dikemudian hari aku malah disebut sebut sebagai salah satu gurunya Tukul Arwana (yang pasti bukan karena pesanku agar rajin mandi dan ganti baju dan pake deodorant, rajin baca buku, dan lainnya)

Mengantar Tukul pulang ke kontrakannya (di drop di jl Kebalen Blok S) waktu itu, kita sempat mampir ke Bank Duta (waktu itu masih ada) di jl. Barito dan aku ambil Cash 200 ribu untuk aku bilang "kita bagi bagi ya" dan kasih ke Tukul yang 100 ribu dan diterima dengan tertawa tawa sambil terimakasih dan uangnya.......dicium! Gelo ! (untung bukan aku yang....hiii├Či)


Bertahun kemudian Tukul ini selalu mengikuti aku ketika di Boim Cafe, Hari Harry Mau, Lenong Rumpi, Comedy Cafe Indonesia (kemang), Humor Cafe Taman Ria Senayan, dll.
Ada cerita dia pernah menunggu aku di depan kantorku (HdF Corporation di jalan Antasari) dari pagi sampai jam 10 malam, gak makan gak minum dan tidak berhasil ketemu "pak Ramon" dan untuk pulang terpaksa pinjem ongkos sama SatPam (pak Maulana).

Tukul yang awalnya cuma ikut ikutan aku shooting (jadi penonton, extra, additional) akhirnya jadi pemain tetap di Sitkom atau Sinetron F-2 produksi kita. Tukul ikut aktif di Boim cafe maupun Clownice dan Comedy Cafe sebelum kemudian mulai banyak order (dasarnya lucu) dan "menghilang" dari hidupku dan kemudian (terdengar) sudah jadi sangat terkenal dan sangat kaya raya.


Aku selalu mendoakan dia sehat dan sukses selalu walaupun kalau sekali sekali ketemu aku selalu berpesan: "Tukul, sampai kapanpun kamu tidak bisa melebihi saya. Karena......" dan biasanya dia yang melanjutkan: .....pak Ramon lebih tua. Ha ha ha.....

Dari banyak interaksi Tukul Arwana dengan Ramon Papana, ternyata sang pelawak kondang belajar tepuk tangan monyet dari komedian ini. 

Ramon Papana kembali meneruskan cerita, "ditulis dibeberapa Buku Tentang Tukul Arwana bahwa aku adalah salah satu inspirator dan mentornya bahkan di Majalah Rolling Stone Indonesia (kalo gak salah) Tukul pernah mengakui bahwa tepuk tangan monyet yang jadi ciri khas nya itu didapat dari "pak Ramon".

Aku pernah sempat jadi Suprise Mistery Guest ketika bersama pak Tarsan, Farhan, dll Berlebaran (acara SCTV) dirumahnya dan juga pernah Hadir bersama Harry de Fretes di Bukan Empat Mata ketika Ulang Tahun Tukul dan kebetulan menjadi salah satu yang pertama hadir menghibur dirumahnya ketika Istri Tukul, Susi, meninggal dunia.

Walaupun aku sempat cukup kecewa mengetahui bahwa Tukul tidak datang ketika putraku, Ade Namnung, meninggal dunia (tahun 2012) dan Tukul belum pernah secara langsung menjenguk Ade di rumah sakit (tidak seperti banyak teman2 artisnya yang lain), tapi membayangkan sosok Tukul Arwana selalu saja membawa senyum bagiku (kadang bisa ketawa sendiri) apalagi ketika mengingat beberapa Jokes (ekslusif) kita berdua (Anak Cewek Mata Merah, Naik kuda Alhamdulillah, gerak tangan idung jalar, tepuk monyet, dll)

"Beberapa hari ini aku rajin menyelipkan doa, ketika shalat, untuk Tukul, doa semoga cepat sehat dan ketawa kembali," pungkas Ramon Papana dalam ceritanya yang mengharukan.


Kini, kondisi kesehatan Tukul Arwana berangsur pulih. Tukul bahkan sudah diperbolehkan pulang dari Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (PON). Sebelumnya Tukul dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami pendarahan otak pada 22 September 2021.

Dokter RS PON mengatakan, kondisi Tukul itu kemungkinan disebabkan karena hipertensi yang tidak terkontrol.

Kepulangan Tukul Arwana disambut meriah oleh keluarganya. Pasalnya, ketika dibolehkan pulang ke rumah pada Sabtu, 16 Oktober 2021, hari itu bertepatan dengan ulang tahun Tukul Arwana yang ke-58.

"Kepulangan Mas Tukul ke rumah jadi kita sambut dengan meriah," kata asisten Tukul, Kimon, dikutip dari YouTube Star Story, Minggu (17/10/2021). "Terharu dengan kita surprise kasih kue ulang tahun dari anak-anaknya. Mas Ega datang dari Surabaya sama istrinya. Kita semua kumpul di situ untuk nyambut beliau," ujar Kimon melanjutkan. Meski sudah diperbolehkan pulang, Tukul Arwana masih harus mendapat perawatan intensif di rumah.

Rizki mengatakan, selama menjalani perawatan intensif di rumah, Tukul Arwana didampingi oleh dua perawat khusus seperti saran dari dokter. "Untuk yang dua perawat itu saran dari dokter rumah sakit karena bagaimana pun beliau masih harus didampingi," kata Rizki Kimon. Dua perawat tersebut bakal bergantian merawat Tukul selama 24 jam penuh.


Rizki Kimon mengatakan, kondisi terkini Tukul Arwana masih belum begitu lancar berkomunikasi. Ia masih menggunakan bahasa isyarat sebagai pengganti lisannya. "Untuk komunikasi masih belum lancar, masih bergumam. Sudah melakukan isyarat-isyarat paling. Misalkan, 'Mas, ini gimana' oke gini, gitu. Dia sudah lakukan itu," kata Kimon.

Kimon mengatakan, pembawa acara One Man Show tersebut sudah bisa duduk dan berdiri walau masih harus mendapat bantuan dari perawat.

Sementara untuk keluhannya, Tukul dikatakan masih kerap merasa lemas dan kaku badannya. Oleh karenanya, Tukul melakukan fisioterapi setiap hari di rumah.

Selama menjalani perawatan di rumah, Tukul harus makan makanan menu diet khusus. "Untuk pantangan pasti karena dengan kondisi sakit hipertensi, stroke dan disertai pendarahan otak pasti ada menu-menu diet yang disarankan dari rumah sakit dan sudah dikoordinasikan ke perawatnya," kata Kimon.

Menurut Kimon, semua menu yang dihidangkan untuk Tukul benar-benar merupakan rekomendasi dari tim dokter. Tukul Arwana masih belum boleh mengonsumsi makanan secara bebas di masa pemulihannya ini.

Kimon juga menjelaskan perihal alasan Tukul sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Kimon berujar bahwa kepulangan Tukul berdasarkan saran dari dokter.

"Alasan diperbolehkan pulang itu pertama memang karena terlalu lama di rumah sakit juga saran dokter tidak sehat, tidak bagus juga, yang kedua memang beliau kalau di rumah itu dapat sirkulasi udara lebih sehat, terus dukungan dari orang-orang terdekat juga lebih banyak, walaupun tetap dibatasi," ungkap Kimon.

"Saran dokter ada baiknya melakukan fisioterapi untuk keseluruhan di rumah, karena kebetulan di rumah juga ada dua perawat yang menjaga beliau 24 jam," sambung Kimon.

Selain itu Kimon juga menjelaskan kondisi Tukul usai pulang dan menjalani fisioterapi di rumah. Saat ini Tukul disebut masih belajar untuk berkomunikasi dan menggerakkan anggota tubuh.

"Kondisi sekarang pastinya terus membaik ya, untuk berkomunikasi dan bicara pasti butuh proses, masih kita ajak interaksi terus, kita dampingi terus, melalui fisioterapi bicara, dan untuk gerakan itu dalam satu hari hampir 3 kali kita melakukan fisioterapi," tutup Kimon.