Skip to main content

Geram Foto Anak Muncul di Media, Putri Nia Daniaty Ancam Balik Mantan Guru dalam Kasus Penipuan CPNS


Putri Nia Daniaty, Olivia Nathania geram foto anak kesayangannya muncul di media online seiring tuduhan penipuan CPNS mencuat. Kini, putri Nia Daniaty mengancam balik mantan guru SMA nya dalam kasus yang juga menyeret suami Olivia Nathania itu. 

Putri Nia Daniaty geram melihat foto anak kesayangannya, Shaakila Ardystia Daniaty yang muncul di berbagai media online. Foto anak Olvia Nathania itu mengisi berbagai permberitaan perihal kasus dugaan penipuan calon pegawai negeri sosial (CPNS) yang sudah menyeret putri Nia Daniaty itu. 

Foto anak Olivia Nathania memang mudah dijumpai di media sosial. Sebab, neneknya, Nia Daniaty kerap membagikan kebahagiaan bersama cucu kesayangannya itu. Nia Daniaty cukup rajin membagikan foto anak Olvia Natahania melalui akun Instagram pribadinya yang sudah mendapat verifikasi. 

Ada beragam foto anak Olivia Nathania yang dibagikan Nia Daniaty di Instagram. Sebut saja, foto ulang tahun mewah dirinya, foto lebaran hingga acara kumpul-kumpul merayakan hari jadi Olivia Nathania. tentu, hal ini menjadi maklum lantaran Nia Daniaty begitu menyayangi Shaakila Ardystia Daniaty yang kini berusia enam tahun. 

Putri Nia Daniaty sendiiri memiliki akun Instagram. Sayangnya, akun miliknya dikunci. Dengan demikian, netizen gagal mengintip kehidupan pribadi Olivia Nathania. 

Itu sebabnya, putri Nia Daniaty geram foto anak kesayangannya sampai harus muncul di media online bersamaan dengan kasus penipuan CPNS yang belakangan makin ramai dibahas.

Kasus dugaan penipuan CNPS putri Nia Daniaty ini muncul dari salah satu korban bernama Agustin yang menceritakan awal mula kena tipu oleh Olivia Nathania. Agustin bercerita panjang lebar di depan awak media. Agustin mengaku sebagai guru Olivia Nathania di bangku SMA.

Agustin menjelaskan bermula ketika Olivia meneleponnya pada 2019 dan menawarkan jasa terkait tes CPNS. Olivia, kata Agustin, menjanjikan bisa meloloskan keluarganya menjadi PNS.

"Malam hari dia chat saya tawarkan, 'Bu ada nggak yang mau masuk CPNS?' Saya bilang ada anak saya, bukan orang lain. Kata dia bisa karena sudah 4 tahun bawa ini. Saya juga tidak ada curiga apa pun karena bagaimanapun dia murid saya," tutur Agustin di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (24/9).

Tanpa menaruh curiga, Agustin kemudian mendaftarkan beberapa keluarganya untuk masuk PNS lewat jalur yang ditawarkan Olivia. Total ada 16 anggota keluarganya yang didaftarkan ke Olivia.

"Akhirnya saya bawa anak-anak saya, keponakan saya, sepupu-sepupu saya. Total ada 16 anggota keluarga saya tertipu. Satu orang bayar Rp 30 juta," ujar Agustin.


Sementara itu, pengacara para korban, Odie Hodianto menyebutkan korban dugaan penipuan Oi diperkirakan mencapai 225 orang. Total kerugian para korban mencapai miliaran.

"Total kerugian Rp 9,7 miliar," kata pengacara pihak korban, Odie Hodianto, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (24/9/2021).

Kasus ini dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Selain Olivia Nathania, suaminya juga turut dilaporkan pihak pelapor.

Kini, pihak Olivia Nathania mengaku membuka peluang untuk melaporkan balik pelapor.
Olivia Nathania yang akrab disapa Oi itu mengaku tengah menyiapkan bukti-bukti untuk melaporkan balik para pelapor tersebut.

"Kita lihat nanti ya untuk mengenai itu (laporan balik). Yang jelas saya di sini ngomong tidak akan ke mana-mana. Saya akan meluruskan ini dulu, ngumpulin berkas, bukti-bukti yang ada. Insyaallah akan kita laporkan," kata Oi dalam jumpa pers di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (30/9/2021).

Olivia Nathania membantah tuduhan soal dugaan penipuan tes CPNS. Oi mengaku dirinya hanya menawarkan jasa les CPNS.


"Perlu saya luruskan di sini, adapun saya menyelenggarakan les untuk masuk CPNS, les ya kita bicaranya, bisa dicek nanti tempatnya ada, pengajarnya pun ada," kata Oi.

Olivia Nathania mengaku mematok harga dari layanan les tersebut. Namun, dia menyebut tarif itu sebagai hal yang wajar.

"Memang saya terima uang dari situ senilai Rp 25 juta per orang. Tetapi dengan nilai Rp 25 juta itu, digunakan untuk apa? Wajar saya punya untung dari situ, tetapi Rp 25 juta ini digunakan untuk les, untuk pengajar, sewa tempat," terang Olivia Nathania.

Olivia Nathania sendiri mengaku kaget setelah mengetahui dirinya dilaporkan atas dugaan penipuan. Apalagi hal itu sampai menyeret nama sang ibu dan anaknya.

"Cukup sekali ini saja saya berbicara karena saya juga harus healing. Saya juga banyak terganggu bahkan. Jadi saya minta tolong jangan kaitkan ini dengan ibu saya, suami, dan anak saya, apalagi yang menampilkan muka anak saya," ucap Olivia.

Putri Nia Daniaty geram foto anak kesayangannya muncul di media online, dia mengancam balik mantan guru SMA nya dalam kasus penipuan CPNS itu.


Olivia Nathania bahkan menuduh salah satu korban yang juga mantan gurunya, Agustina, justru yang merekrut para korban.

"Pertama-tama di sini saya mau menjelaskan, Ibu Agustin ini sebenarnya bukan korban," kata Olivia Nathania kepada wartawan di Jakarta Selatan, Kamis (30/9/2021).

Olivia Nathania mengatakan justru Agustin lah yang merekrut para korban. Oi sendiri mengaku tidak mengenal dengan para korban yang dimaksud.

"Dia (Agustin) yang merekrut orang-orang tersebut, karena saya tidak pernah bertemu langsung dengan orang-orang yang dia sebutkan," ujarnya.

Sementara itu, pengacara Oi, Susanti Agustina, menambahkan, awalnya Agustin menawarkan perihal tes CPNS tersebut kepada keluarganya. Agustin kemudian disebutnya mempresentasikan soal perekrutan CPNS itu ke 225 korban dengan segala bujuk rayunya.

"Jadi Ibu Agustin ini awalnya dia mempresentasikan kepada keluarganya, kepada 225 orang itu, sehingga terbujuk rayulah mereka itu untuk masuk menjadi calon PNS. Jadi dengan iming-iming bahwa dengan akan lulus," terang Susanti.

"Sementara saya tanya apakah Oi pernah menjamin orang-orang itu untuk lulus? (Dijawai Oi) tidak. Nah pertanyaannya apa yang Oi ambil dari yang dibayar Bu Titin (Agustin) itu berapa jumlahnya?," tambah Susanti.

Masih dalam kesempatan yang sama, Oi membantah menawarkan tes CPNS tanpa tes. Oi mengaku dirinya hanya menyelenggarakan les untuk CPNS.

"Untuk Ibu Agustin sendiri jumlahnya tidak tahu-menahu berapa jumlahnya. Tetapi perlu saya luruskan di sini, adapun saya menyelenggarakan les untuk masuk CPNS, les ya kita bicaranya, bisa dicek nanti tempatnya ada, pengajarnya pun ada," ujar Oi.

Dia mengakui memang menerima bayaran dari jasa bimbingan tersebut. Namun, bayaran tersebut dinilainya sebagai hal yang wajar untuk membayar operasional para tenaga pengajar dan lain sebagainya.

"Memang saya terima uang dari situ senilai Rp 25 juta per orang. Tetapi dengan nilai Rp 25 juta itu, digunakan untuk apa? Wajar saya punya untung dari situ, tetapi Rp 25 juta ini digunakan untuk les, untuk pengajar, sewa tempat," terang Olivia.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar