Skip to main content

Foto Bareng dr Lois Owen Jadi Bahan Ledekan, Farhat Abbas Buka-bukaan Masalah Besar yang Melilit Putri Nia Daniaty, Mantan Anak Sambungnya Kini Diseret ke Polisi


Foto Farhat Abbas bareng dr Lois Owen jadi bahan ledekan netizen di media sosial. Sang pengacara buka-bukaan masalah besar yang melilit putri Nia Daniaty. Mantan anak sambung Farhat Abbas kini diseret ke polisi. 

Farhat Abbas menikahi penyanyi lawas Nia Daniaty pada 2002. Sayangnya, mahligai pernikahan Farhat Abbas harus kandas usai 12 tahun menikah dengan Nia Daniaty. Padahal, Farhat Abbas dan Nia Daniaty sudah karuniai seorang putra yang diberi nama Muhammad Angga Hadi Farhat pada 10 Oktober 2003.

Sebelum menikah dengan Farhat Abbas, Nia Daniaty sendiri sempat membangun rumah tangga dengan Mohamad Hisham. Pada tahun 1993, usai melewati 3 tahun pernikahan, Nia Daniaty bercerai dengan Hisham.

Dari pernikahannya dengan Hisham, Nia Daniaty dikaruniai putri pertama yang diberi nama Olivia Nathania yang lahir pada 20 Februari 1992. Putri Nia Daniaty memang sempat menjadi bagian dalam kehidupan Farhat Abbas. 

Usai bercerai dengan Nia Daniaty, Farhat Abbas semakin sibuk dengan dunia politik. Beberapa waktu lalu, Farhat Abbas mendirikan Partai Pandai (Partai Negeri Daulat Indonesia) usai gagal melenggang ke Senayan sebagai wakil rakyat. Foto Farhat Abbas bareng dr Lois Owen jadi bahan ledekan netizen di akun Instagram pribadi mantan suami Nia Daniaty ini.

Farhat Abbas memang senang mengumbar kontroversi. Setelah gagal menjadi wakil rakyat dalam Pemilu 2019, Farhat Abbas mendirikan Partai Pandai. Sebagai pendiri, Farhat Abbas mendeklarasikan dirinya sebagai ketua umum partai itu. 

Farhat Abbas lalu mengajak dr Lois Owen sebagai sekretaris jenderal Partai Pandai. Ia lalu memamerkan foto kebersamaan mereka melalui akun Instagram pribadinya yang sudah mendapat verifikasi. "Ayo gabung bersama kami, Partai Pandai. Farhat Abbas (ketum) dr Lois (sekjen)," tulis Farhat Abbas dalam keterangan foto bareng dr Lois seperti dikutip Fotokita.net. 

Foto farhat Abbas bareng dr Lois Owen sontak menjadi bahan ledekan netizen di akun Instagram. "Tambah hancoorrr Indonesia," cerocos @agoess_b. Lalu, @sherlyviolete menimpali, "pingin ketawa takut kesedak.. (krn lagi makan)."

"Maaf bang sy bukan mendoakan ga akan menang ..pede boleh bang ...cocok di negeri dongeng bang," ledek @titin_soetini.

Foto Farhat Abbas bareng dr Lois Owen pantas jadi bahan ledekan netizen Tanah Air. Maklum, melalui akun media sosialnya, dr Lois kerap koar-koar menyatakan bahwa Covid-19 tidak berbahaya dan mematikan beberapa waktu lalu.


Korban jiwa akibat virus Corona itu, kata dr Lois, disebabkan interaksi antarobat di dalam tubuh orang-orang yang meninggal tersebut.

Interaksi antarobat yang ia maksud, dapat berupa komplikasi obat sehingga menyebabkan ketidaksesuaian obat yang dibutuhkan oleh tubuh.

Bahkan, dalam menyatakan pandangannya itu, dr Lois menyebut nama Jenderal Made Datrawan. Bukan hanya itu, ia juga mengunggah foto Jenderal Made Datrawan di akun Instagramnya.

Pernyataan dr Lois makin menjadi sorotan saat dia tampil sebagai narasumber dalam acara talkshow Hotman Paris Show yang ditayangkan ulang d kanal YouTube Hotman Paris Official, Jumat (9/7/2021).

Dokter Lois menegaskan pernyataannya soal orang yang meninggal selama masa pandemi Covid-19. 

"Itu karena interaksi antarobat," kata dr Lois saat menjawab pertanyaan Hotman Paris dan Melaney Ricardo tentang penyebab kematian 50 ribuan lebih orang dalam masa pandemi.


dr Lois menjelaskan bahwa seseorang yang terserang COVID-19 lalu meninggal, itu bukan karena COVID-nya, melainkan karena penyakit komorbid yang menyerang orang tersebut.

"Kalau misalnya bapak buka data di rumah sakit, itu pemberian obatnya lebih dari enam macam," kata dr Lois menjelaskan.

Pandangannya tersebut membuat ia menjadi bulan-bulanan para pihak yang mendukung pandangan bahwa COVID-19 berbahaya dan mematikan.

Dokter Lois Owen telah ditahan Polda Metro Jaya sejak Minggu (11/7/2021) sore. Dokter kontroversial ini dianggap menyebarkan kabar palsu terkait Covid-19.

Pada Senin (12/7/2021) Polda Metro Jaya menyerahkan kasus dr Lois Owien ke Bareskrim Polri hingga akhirnya menetapkannya sebagai tersangka.  

Kini, dr Lois Owen digandeng Farhat Abbas dalam Partai Pandai. 


Usai bercerai, hubungan Farhat Abbas dengan Nia Daniaty sempat bersitegang. Pada 2016, Farhat Abbas kembali berseteru dengan sang mantan istri, Nia Daniaty. Kali ini, pria 40 tahun mengungkap permasalahan ekonomi Olivia Nathania (Oi), anak Nia Daniaty.

Farhat membeberkan sejumlah permasalahan yang pernah dialami oleh sang anak. Menurut pengakuannya, putri Nia Daniaty sempat terlilit hutang yang mencapai miliaran Rupiah.

"Saya kan paling tahu. Hutang hampir ratusan juta, bahkan hampir miliaran. Yang saya alami ada beberapa kali, selesai saya tangani," ujar Farhat dalam tayangan Go Spot RCTI, Jum'at (22/7/2016).

Farhat rupanya tak ingin ambil pusing dengan kasus yang saat ini dialami oleh Oi. Pria kelahiran Tembilahan, 22 Juni 1976 mengaku baru bersedia membantu pihak Oi jika dibutuhkan.

"Selama saya ada dulu, dia enggak pernah tersandung masalah itu. Tapi kalau sekarang ya saya enggak tahu. Saya sebenarnya bisa bantu, tapi ya nanti dulu, tunggu kalau dia minta bantuan saya," pungkas Farhat.


Kini, putri Nia Daniaty diseret ke polisi usai dituding melakukan penipuan dan penggelapan. Tak sendiri, Olivia Nathania diduga melakukan penipuan bersama sang suami Rafly N Tilaar alias RAF.

Putri Nia Daniadty yang kerap dipanggil Oli ini diduga menipu 225 orang dengan iming-iming menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Anak perempuan dari pelantun Gelas-gelas Kaca itu mengaku memiliki link yang bisa meloloskan korban untuk mengisi jabatan-jabatan strategis di sebuah Dinas Provinsi DKI Jakarta.

Ratusan korban tersebut pun bereaksi. Melalui perwakilan korban melaporkan Oli dan suaminya ke Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (24/9/2021). Kuasa hukum korban, Odie Hodianto mengatakan korban berjumlah 225 orang ditipu Oli dan suaminya sejak 2019 hingga 2020.

"Ini ada 225 orang ditipu dengan jumlah kerugian ditaksir mencapai Rp9,7 Miliar lebih. Modusnya mengiming-imingi korban untuk diloloskan mengisi kekosongan jabatan di beberapa instansi karena terlapor mengaku memiliki link di BKN," ujar Odie kepada awak media.

Rata-rata korban mengaku terperdaya untuk mengisi posisi jabatan PNS strategis yang dijanjikan Oli dan RAF. Kerugian korban atas dugaan penipuan ini mulai dari Rp25 juta sampai yang terbesar Rp156 juta.

Korban penipuan ini mengaku mentransfer sejumlah uang tunai ke rekening Oli dan Raf. Namun, sampai uang ditransfer, tak ada satupun korban yang lolos untuk mengisi posisi PNS yang dijanjikan.

"Korban sudah mentransfer sejumlah uang namun sampai pada saat waktu yang dijanjikan untuk lolos PNS, pelaku tak bisa dihubungi," jelas Odie.

Odie mengatakan bahwa kliennya sudah mencoba menghubungi Oli dan Raf atas posisi PNS yang dijanjikan. Mereka mendatangi kantor RAF di Ditjen Pemasyarakatan pekan lalu.

Saat itu, RAF sempat berjanji akan melakukan ganti rugi. Namun usai perundingan tersebut, RAF tak dapat dihubungi oleh keluarga korban.

"Maka dari itu kami memutuskan untuk melaporkan ke Poldla Metro Jaya agar tak ada lagi korban penipuan," jelas Odie.

Dalam pelaporan ini, ada lima orang perwakilan korban yang melapor perkara Oli dan RAF atas tidak penipuan dan atau penggelapan dan atau pemalsuan surat.

"Pelaku juga memalsukan surat berkop Badan Kepegawaian Negara dengan tanda tangan kepala BKN yang aspal. Di surat itu tertera Terhitung Mulai Tanggal (TMT) seolah-olah korban diterima sebagai PNS untuk memulai bekerja tapi setelah di cek di BKN itu semua palsu," imbuh Odie.

Pasangan suami istri itu dilaporkan dengan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 263 KUHP. Laporan itu terdaftar Nomor Polisi LP/B/4728/IX/SPKT/POLDA METRO JAYA, Tanggal : 23 September 2021.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar