Skip to main content

Dalam Rangka Hari Jadi ke-3 Stylo Indonesia, 12 Artis dan Influencer Perempuan Indonesia Dukung Gerakan Stop Beauty Shaming dan Body Positivity


Tepat pada 13 Agustus 2021 ini, Stylo Indonesia merayakan hari jadinya yang ke-3.

Bersamaan dengan itu, belakangan Stylo Indonesia mengampanyekan Gerakan Stop Beauty Shaming oleh Stylo Indonesia merupakan bentuk aksi nyata (real movement) yang sudah digiatkan sejak awal tahun 2021.

Gerakan Stop Beauty Shaming oleh Stylo Indonesia merupakan bagian serta kelanjutan dari tagline Semua Bisa Cantik yang telah menjadi identitas Stylo Indonesia sejak berdiri pada 13 Agustus tahun 2018.

Gerakan Stop Beauty Shaming oleh Stylo Indonesia bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik akan dampak dari beauty shaming dan memberi dukungan bagi siapa saja yang pernah mengalaminya.

Kenapa? Karena kasus beauty shaming merupakan suatu hal yang banyak terjadi di Indonesia khususnya bagi kaum perempuan.

Bahkan menurut Body Peace Resolution Body-Positivity Survey 2018 oleh Yahoo! Health, ditemukan bahwa 94 persen remaja perempuan pernah mengalami body shaming atau beauty shaming.

Terlebih, sangat disayangkan bahwa beauty shaming seringkali bukan datang dari orang tak dikenal saja melainkan juga dari orang-orang terdekat seperti teman, saudara, bahkan orangtua.

Gerakan Stop Beauty Shaming oleh Stylo Indonesia ini akan terus dijalankan sebagai wujud nyata dukungan Stylo Indonesia bagi para penyintas beauty shaming di mana pun berada.

Stylo Indonesia berharap dengan adanya gerakan Stop Beauty Shaming ini, kasus beauty shaming yang kerap terjadi bisa berkurang dan siapa pun yang pernah mengalami beauty shaming dapat bangkit kembali.

Bukan tanpa alasan Stylo Indonesia memilih Stop Beauty Shaming sebagai gerakan yang tepat untuk dilakukan di masa sekarang.

Gerakan ini dicetuskan oleh Ridho Nugroho, M.I.Kom selaku Founder Stylo Indonesia dan Head Fashion Beauty Grid Network Kompas Gramedia berangkat dari pengalaman sendiri sebagai seorang penyintas bullying atau perundungan.


"Bullying itu gak mengenal jenis kelamin maupun gender. Sebagai seorang penyintas bullying saat SMP karena memiliki penampilan yang berbeda dari lelaki pada umumnya, saya makin sadar bahwa siapa pun tidak berhak mendapat perlakuan diskriminatif dari siapa pun juga. Kenapa? Karena kita tidak bisa memaksakan suatu standar tertentu apalagi soal penampilan fisik yang kita yakini pada diri orang lain," jelas sosok yang akrab disapa Idho ini.

Di samping itu, Idho juga menekankan bahwa menjaga penampilan perlu dilakukan bukan demi orang lain melainkan untuk diri sendiri.

"Alasan saya semakin giat menggaungkan real movement #StopBeautyShaming adalah untuk menyadarkan semua orang, khususnya perempuan bahwa berpenampilan baik dan menarik itu bukan untuk menyenangkan diri orang lain, tapi untuk menghargai diri kita sendiri,” ujarnya.

Sejak akhir tahun 2020 lalu Stylo Indonesia telah menggelar sejumlah kegiatan dalam rangka mendukung gerakan Stop Beauty Shaming mulai dari Webinar Body Positivity, Webinar Love Your Size, hingga Webinar Acne Fighter yang merupakan pembuka dari rangkaian Hari Ulang Tahun ke-3 Stylo Indonesia tahun ini.


Dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-3 Stylo Indonesia kali ini, Stylo Indonesia juga turut mengajak sejumlah artis, influencer, dan figur publik perempuan Indonesia untuk ikut mengangkat suaranya terhadap kasus beauty shaming.

Mulai dari penyanyi dan aktris seperti Nowela, Tiara Andini, dan Cathy Sharon hingga sejumlah body positivity influencer seperti Ririe Bogar dan Irene Tan turut menyampaikan pendapat dan harapannya terhadap kasus beauty shaming.

Kasus beauty shaming hingga rasa tidak percaya diri ternyata juga sempat dialami oleh sejumlah artis hingga para figur publik ini.

Namun, para artis dan influencer perempuan Indonesia ini juga memiliki pesan untuk seluruh perempuan Indonesia yang pernah mengalami beauty shaming agar tetap semangat dan dapat membangun kepercayaan dirinya.

Idho kembali berpesan, kenyamanan dan karakter dalam berpenampilan adalah hal yang terpenting dibanding harus mengubah diri sendiri demi mengejar standar kecantikan.

“Stop mengejar toxic standar kecantikan yang membuat diri kita menjadi orang lain. Terpenting dari sebuah penampilan adalah fisik yang sehat, tampilan yang bersih, wangi, rapi, dan harus nyaman serta tentunya menunjukkan karakter diri kamu,” tukas Idho.

Perbedaan fisik dan selera berpenampilan setiap perempuan sejatinya harus diapresiasi dan dirayakan sebagai warna yang positif nan unik dalam sebuah keberagaman.

Gerakan #StopBeautyShaming diharapkan dapat membantu menciptakan lingkungan sosial yang lebih ramah terhadap perempuan dari segi fisik maupun batin, serta terus mengingatkan setiap perempuan Indonesia bahwa #SemuaBisaCantik.

Saksikan video greeting dari 12 artis dan influencer perempuan Indonesia bagi seluruh perempuan Indonesia penyintas beauty shaming untuk tetap kuat dan percaya diri hanya di Channel Youtube Stylo Indonesia.

#SemuaBisaCantik #StopBeautyShaming
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar