Skip to main content

Bak Firasat Buruk! Nikita Mirzani Ngaku Takut Ajal Menjemput Usai Positif Covid-19, Warisan untuk 3 Anaknya Sudah Siap, 'Satu Anak 40 M!'


Sosok Nikita Mirzani pastinya sudah tak asing lagi bagi banyak orang.

Nikita Mirzani selalu membawa berita yang kontroversial dan menjadi buah bibir publik.

Ia bahkan seolah tak takut menghadapi segala risiko dari segala ucapan yang keluar dari mulut pedasnya.

Namun, wanita setangguh dan pemberani seperti Nikita Mirzani ternyata ciut juga jika dihadapi dengan kematian.

Hal ini karena kabar Nikita Mirzani positif Covid-19 yang muncul baru-baru ini.

Di tengah kesakitannya hadapi virus berbahaya ini, Nikita Mirzani ngaku takut ajal menjemputnya.

Bukan tanpa alasan, hal itu terjadi karena banyaknya tingkat kematian yang terjadi di Indonesia karena Covid-19.

Tak ingin pergi dengan tangan kosong, Nikita pun sudah mempersiapkan harta warisan untuk ketiga buah hatinya.

Bukan kaleng-kaleng, wanita yang disapa Nyai ini sudah persiapkan harta warisan dengan jumlah yang fantastis, loh!

Benarkah?

Persiapkan Warisan

Hal ini terungkap saat Nikita Mirzani diwawancarai media.

"PPKM ini gue berpikir mati itu nggak bisa diprediksi ya. Kapan saja kita bisa mati.

Makanya dari sekarang gue sudah siapin, anak pertama gue dapat ini, kedua dapat ini, ketiga dapat ini," kata Nikita Mirzani seperti dikutip dari Kompas.com saat ditemui di Ciledug, Tangerang, Selasa (27/7/2021).


Tak hanya harta, Nikita Mirzani juga mendaftarkan ketiga anaknya asuransi.

Nikita Mirzani tak mau anaknya nanti terbengkalai, jika dirinya sudah tidak ada.

"Ketiganya gue masukin asuransi kalau gue mati, satu anak bisa dapat Rp 40 miliar, gue siapin semua. Sakit di mana pun mereka bisa berobat ke mana pun," ujar Nikita Mirzani.

Sebagai ibu tunggal, Nikita Mirzani tidak ingin harta peninggalannya jatuh ke tangan orang lain.

Oleh karena itu, Niki sudah mempersiapkan segala sesuatunya demi masa depan ketiga anaknya.

"Gue nggak mau kalau gue mati anak gue terbengkalai.

Harta anak-anak gue nggak bisa diambil sama siapa pun," imbuh Nikita Mirzani.

Belajar dari Masa Lalu

Belajar dari pengalaman, Nikita Mirzani mengatakan, sempat hidup susah ketika menjadi anak yatim piatu di masa remaja.

Tanpa kehadiran ayah dan ibu, Niki saat itu harus berusaha sendiri bisa merangkak naik mencapai kesuksesan seperti sekarang ini.

Nikita Mirzani tak mau kejadian serupa juga menimpa anak-anaknya.

"Gue memang sekarang takut mati cuy. Gue belajar sendiri saja, karena gue yatim piatu. Ngerasain di saat gue ditinggal nyokap bokap gue dalam keadaan belum siap.

Nyokap gue meninggal gue usia 23 tahun masih tinggal sama mereka, belum siap punya anak dan segala macam.

Sampai akhirnya waktu yang bisa bikin dewasa," tandas Nikita Mirzani.

youtube image

Keluhkan Pelayanan Karantina Hotel Bintang 5, Nikita Mirzani Sebut Nama Jokowi

Sementara itu beberapa waktu lalu, Nikita Mirzani sempat mengeluhkan pelayanan sebuah hotel bintang lima tempatnya menjalani karantina usai pulang berlibur dari Turki.

Selain karena mematok harga setinggi langit, mantan istri Dipo Latief itu juga protes karena diperlakukan seperti tahanan.

Bukan hanya itu, janda tiga anak ini juga kecewa dengan makanan yang disajikan sampai disuruh cuci piring sendiri.

Alhasil, Niki menuliskan kekesalannya di Instagram Story sampai menyumpahi semua staf hotel tersebut agar terpapar virus Corona.

Kemarahan yang diluapkan Niki di Instagram ini rupanya melebar hingga menyinggung soal politik.

Kali ini, Niki terlihat mengkritik para politikus yang menjadikan Covid-19 sebagai ajang politik.

Termasuk soal penunjukkan hotel-hotel sebagai tempat karantina bagi warga yang pulang dari luar negeri.

“Hey cecunguk-cecunguk politik, kalau sampai semuanya mau dipolitikin. Elo emang semua enggakada otaknya.

Lo pada paham enggak ini tuh bencana kemanusiaan, sampai elo politikin juga ini urusan Covid, fix elo pada enggak ada otaknya,” ujarnya lewat unggahan Instagram Story-nya, Kamis, 22 Juli 2021.

Lebih lanjut, janda 3 anak itu kemudian menuliskan pesan untuk presiden Joko Widodo.

Niki mengaku tak tahu apakah yang mengurusi soal karantina ini merupakan seseorang yang pro atau kontra dengan pemerintah.

Namun satu hal yang pasti, selama ini fasilitas yang dibangun oleh presiden Joko Widodo kualitasnya sangat bagus.


Niki pun heran kenapa saat karantina justru mendapat kualitas yang berbanding terbalik dengan biasanya.

“Gue enggak tahu yang menangani urusan karantina ini yang pro atau kontra pemerintah.

Yang gue tahu selama pemerintahan Bapak Jokowi, semua fasilitas bagus,” tegasnya.

Niki mengingatkan agar pemerintah Jokowi bisa lebih memperhatikan kinerja para pihak yang bertanggung jawab soal karantina.

“Coba mungkin ini salah satu yang harus diperhatikan oleh pemerintah sekarang, apakah cara menangani orang-orang yang dikarantina sudah benar atau belum,” ungkapnya.

Bukan tanpa alasan, Niki merasa di tempat karantina layaknya sedang berada di penjara.

Padahal ia sudah membayar mahal untuk menginap di sana.

“Orang dikurung seperti di penjara. Makanan tidak enak. Bahkan ada balita stres di dalam kamar kalian kurung.

Yang kalian harus perhatikan itu mental orang-orang yang dikarantina. Itu mah bukan karantina, tapi lebih-lebih dari penjara.

Dan, kalian perlakukan sama orang yang positif dan negatif Covid seperti penyakit lepra,” bebernya.

Niki pun menyadari bahwasanya ia bukanlah orang politik, maka dari itu ia hanya kecewa dengan para petinggi elit politik yang memanfaatkan kejadian ini untuk menjadi ladang bisnis.

"Dah yah gue bukan orang politik, tapi loe pada yang main politik urusan Covid, emang enggak ada hati nurani.

Siapapun politikus memakai Covid ini sebagai ajang kepuasan, semoga istri suami, anak, cucu, nenek, kakek, bapak loe semua deh selamat dari Covid-19,” ujarnya.

Mengakhiri unggahannya, Niki berharap agar presiden Jokowi bisa mengatasi masalah ini dengan baik.

"Takbir, sehat terus Pak Jokowi tercinta. Libas para penyusup pak yang berniat membuat gaduh Indonesia,” tandasnya.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar