Skip to main content

Selama Ini Ditutupi, Teh Ninih Akhirnya Bongkar Respon Anaknya Saat Aa Gym Ingin Berpoligami, 'Aa Bicara Sama Mereka'


 Prahara rumah tangga Aa Gym dan  Teh Ninih kembali memasuki babak baru. 

Kini untuk ketiga kalinya Aa Gym menalak cerai sang istri pertama Teh Ninih. 

Sebelumnya, keduanya sudah pernah 2 kali memasukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama, lalu kembali berujung rujuk. 

Ketidakharmonisan di antara keduanya disebut mulai muncul setelah Aa Gym memutuskan untuk berpoligami. 

Teh Ninih pun membongkar respon anak-anaknya saat tahu sang ayah ingin berpoligami. 

Gimana, ya?

Komentar Anak-anak Teh Ninih dan Aa Gym

Seperti kita tahu, di tahun 2011 lalu, keduanya pernah berpisah lantaran Teh Ninih disebut tak rela dimadu.

Namun, setahun berselang tepatnya pada tahun 2012, Teh Ninih diketahui kembali rujuk dengan Aa Gym. 

Keduanya menjalankan pernikahan di kediaman keluarga Teh Ninih di kawasan Sariwangi, Bandung (13/3/2012). 

Teh Ninih pun otomatis menjadi istri kedua Aa Gym. 


Kepada Nova.id, Teh Ninih pun menceritakan proses rujuknya dengan sang suami, termasuk apa yang membuat ibu tujuh orang anak ini menerima Aa Gym kembali.

"Jangankan orang lain, saya juga rasanya seperti mimpi," ujar Teh Ninih menuturkan alasannya kembali ke pangkuan Aa Gym.

"Saya juga tidak bisa menggambarkan, kok, secepat ini? Mungkin ini yang namanya rahasia Allah. Soal jodoh, rezeki, mati, dan hidup benar-benar tidak ada yang tahu. Insya Allah, pernikahan ini untuk kebaikan."

Ia juga menceritakan yang dilakukan Aa Gym untuk bisa kembali padanya.

"Ya, sebagai mana layaknya sajalah. Kalau komunikasi soal anak-anak, kan, selama ini biasa saja. Tetap terjalin tali silaturrahminya. Nah, suatu hari Aa bicara ingin kembali. Hal ini juga menjadi pelajaran dan hikmah bagi saya untuk menahan ego, emosi. Yang lalu biarlah berlalu. Lalu saya melakukan salat istikharah dulu selama 40 hari. Jawabannya, alhamdulilah segala sesuatunya dilancarkan."

Teh Ninih juga menceritakan respon buah hatinya saat tahu ayah ibunya akan kembali rujuk dan menjalani poligami.

Tak disangka, anak-anak Teh Ninih justru memberi lampu hijau, lo.

"Saya coba bicara sama anak-anak, Aa juga bicara sama mereka. Anak-anak, sih, senang dan setuju saja. Katanya, biar kami semua kumpul lagi seperti dulu. Insya Allah kami masih saling mencintai. Yang membuat rasa saling cinta dan sayang, kan, datangnya dari Allah. Yang mempersatukan hati dan yang memutuskan juga Allah. Kami ambil hikmah untuk ke depannya. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warrahmah."

Hal ini jugalah yang diungkap oleh Dudung Abdul Ghani bin Muhammad Muksin, adik kandung Teh Rini.

"Alhamdulillah harapannya baik. Keputusan ini bisa diterima baik oleh keluarga," tukas Dudung di Pengadilan Agama Tigaraksa, Komplek Pemda Kab. Tangerang, jalan Masjid Agung No. 1, Tangerang, Kamis (26/4/2012) siang.
 
Keputusan Aa Gym untuk kembali memperistri Teh Ninih tak cuma mendapatkan dukungan dari keluarga, melainkan dari anak-anaknya.

Menurut Dudung, ketujuh anak Aa Gym-lah yang mendorong sang ayah untuk kembali menikahkan mantan istrinya.

"Proses ini melibatkan anak-anak juga. Apapun yang terjadi, anak-anak tahu dan mendoakan. Anak-anak berbahagia dengan keputusan ini," ucap Dudung.
 
Memperistri dua wanita sekaligus, kata Dudung, merupakan jalan yang sudah digariskan Tuhan untuk kyai  bernama asli Yan Gymnastiar itu.

"Aa Gym kan bukan siapa-siap lagi bagi kami. Secara hukum negara selesai. Ini menjadi pertolongan dari Allah, semua disiapkan dari Allah. Sangat puas dengan keputusan hakim," pungkas adik kandung Teh Rini itu.

Anak Aa Gym Bongkar Borok Sang Ayah

Muhammad Ghaza, anak Aa Gym dan Teh Ninih kembali angkat bicara.

Masih lewat status Facebook, Ghaza mengaku sudah salah karena mengumbar aib keluarganya.

Namun ia juga tidak bisa diam saat melihat ibunya diperlakukan tidak adil oleh Aa Gym.

Pengakuan Ghaza ini seolah semakin membuka tabir dibalik gugatan talak dari Aa Gym ke Teh Ninih yang tak kunjung selesai.

Status Ghaza itu diunggah ulang oleh akun Instagram @mak_inpoh.

Nampaknya Ghaza sadar betul akan dampak yang dibuat setelah ia menulis status Facebook sebelumnya di mana ia memperingati satu tahun Teh Ninih ditalak oleh Aa Gym.

Makanya, Ghaza kemudian meminta maaf atas apa yang sudah ia perbuat.


'Apakah anda pikir saya senang dengan kondisi seperti ini?
Apakah anda pikir saya bahagia ketika ayah saya dihujat sana sini?
Apakah anda pikir saya tidak mempertimbangkan efek dari tulisan saya?
Apakah anda pikir saya tidak melakukan apapun selain mengumbar aib?

Saya tidak akan melakukan pembenaran terhadap apa yang saya lakukan.

Ya, cara yang saya lakukan ini salah.
Saya minta maaf kepada semuanya.
Saya minta maaf atas kehebohan ini.
Saya minta maaf kepada pihak manapun yang merasa dirugikan.'

Namun Ghaza mengaku ia tidak bisa tinggal diam dengan ketidakadilan yang diperbuat ayahnya sendiri.

Ia membeberkan sudah banyak cara yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah ini.

'Bagaimana menurut anda?
Jika,
Bicara baik baik sudah
Diskusi sudah
Debat sudah
Bicara dalil sudah
Bicara qoul ulama sudah
Meminta nasihat kepada ulama sudah
Meminta ulama untuk menasihati sudah
Meminta bantuan kerabat sudah
Meminta bantuan orang yang dihotmati sudah
Menyiapkan pengacara sudah
Daaaaaaan berbagai hal lainnya.

Anda pikir saya layak diam ketika ibu saya diperlakukan demikian?
Lalu saya membiarkan ayah saya begitu saja?'

Ternyata ketidakadilan juga dirasakan oleh Ghaza yang dianggap durhaka dan ilmunya belum sampai.

Bahkan Ghaza menerima jika memang akibat dari perbuatannya ini, dosa ayahnya akan berbalik kepada dirinya.

'Anda tahu apa hasilnya?
Saya dicap sombong dan durhaka.
Ibu saya semakin dibully, dibilang gak punya iman lah, gak bisa ngurus anak lah, dan masih banyak lagi.
Dan bagi ulama yang menasihati, dianggap sombong, tidak mengerti ilmu tauhid, ilmunya belum sampai.

Terus saya harus diam?

Kemudian anda berbicara kepada saya tentang dosa jariyah.
Justru bagus dong, semua dosa yang ayah saya lakukan kepada ibu saya, sekarang saya yang menanggungnya, kurang berbakti apa saya?

Begitu, kan?

Maaf, barangkali suara anda lebih didengar oleh ayah saya.

Ketimbang suara saya, juga para ulama yang dianggap 'ilmunya belum sampai''.

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar