Skip to main content

Foto Pelesir di Dubai Banjir Pujian, Anang Hermansyah Ternyata Pakai Kamera Lawas Harga Segini


 Musisi Anang Hermansyah memamerkan karya foto-fotonya saat pelesir di Dubai, Uni Emirat Arab. Foto-foto yang banjir pujian itu ternyata diambil Anang Hermansyah dengan kamera lawas harga segini.

Beberapa hari sebelum Lebaran 2021, Anang Hermansyah memboyong Ashanty dan ketiga anaknya pelesir ke Dubai dan Turki. 

Pada Minggu (9/5/2021) Ashanty mengunggah foto Anang Hermansyah dan ketiga anak mereka berada di di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten melalui akun Instagramnya, @ashanty_ash.

Dalam foto itu, Ashanty memohon doa atas perjalanannya bersama Anang Hermansyah dan ketiga anaknya. 

"Kita berangkat dulu doain yaaa, mohon maaf lahir batin semuanya," tulis Ashanty.

Ashanty sudah menegaskan, kepergiannya bersama Anang Hermansyah dan keluarga ke Dubai adalah untuk check up ke Turki.

Setelah tertunda beberapa kali, Ashanty akhirnya memutuskan berangkat ke Dubai terlebih dahulu untuk transit dikarenakan Turki masih lockdown hingga tanggal 18 Mei 2021.

Saat berada di Dubai, Anang Hermansyah melampiaskan hasrat fotografinya. Ayah Aurel Hermansyah ini rajin memamerkan karya fotonya melalui akun Instagram pribadinya, @ananghijau.

Obyek fotografi Anang Hermansyah selama di Dubai beragam, mulai dari gedung tertinggi Burj Khalifa hingga jalan-jalan ke kampung asli warga UEA.

Selain fotografi, Anang Hermansyah juga merekam cerita perjalanan keluarga kecilnya itu dengan video.

Foto-foto karya Anang Hermansyah selama di Dubai menuai sorotan. Bukan perkara larangan mudik selama Lebaran 2021, tetapi foto karya Anang Hermansyah menampilkan keindahan obyek wisata di Dubai. 

Apabila membaca tagging dalam keterangan foto yang diunggah, Anang Hermansyah ternyata memakai kamera Leica SL2. Anang Hermansyah sedikitnya membawa dua lensa yang dipasangkan pada bodi kamera Leica SL2, yaitu Leica Summilux 21 dan Apora 24 mm.

Nah, sebelum penasaran soal harga kamera Leica SL2 Anang Hermansyah, lebih baik kita simak dulu kecanggihan alat fotografi kesayangan suami Ashanty ini.

Kamera Leica SL2 yang digunakan Anang Hermansyah untuk berburu foto di Dubai sebetulnya bukan barang baru. Anang Hermansyah pun sempat mengunggah kamera Leica SL2 pada tahun 2019.


Foto-foto Anang Hermansyah saat pelesir di Dubai, Uni Emirat Arab diambil dengan kamera Leica SL2 yang punya harga segini.
Di Indonesia, kamera Leica SL2 sudah dirilis distributor resmi Leica Camera AG, Leica Store Jakarta pada November 2019.

Kamera Leica SL2 adalah kamera mirrorless yang menawarkan CMOS sensor dengan 47 MP untuk kualitas gambar superior.  

Fitur lainnya adalah Leica Object Detention AF terbaru, Leica EyeRes viewfinder dengan resolusi yang lebih tinggi, sensor-shift technology, serta prosesor Maestro III untuk pengoperasian yang lebih cepat.

Resolusi yang belum ada sebelumnya dari sensor gambar CMOS pada SL2 dalam format full-frame, bisa menghasilkan kualitas dan ketajaman gambar.

Ditambah dengan dynamic range, ketajaman warna hingga 14 bit per saluran RGB dan sensitivitas hingga ISO 50.000 memungkinkan kualitas gambar terbaik di semua kondisi pencahayaan.

Didukung Maestro III dan mode Smart AF baru, fitur autofocus bekerja lebih cepat, serta memungkinkan mengambil gambar tanpa gangguan dalam situasi pemotretan apapun.

“Leica SL2 juga menarik untuk sinematografi di mana Leica SL2 mampu merekam video hingga lebih dari 60 frames per second dalam mode Cine 4K, dan hingga 180 frame per second dalam mode Full-HD,” ujar Director of Leica Store Jakarta Bernard Suwanto pada saat peluncuran kamera Leica SL2 di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 20 November 2019.


Kamera ini juga dibekali headphones dan mic jack, dilengkapi konektor fully-fledged HDMI untuk monitor external. SL2 adalah mirrorless camera yang dirancang dan dibuat di Jerman, dengan konstruksi logam padat yang tak tertandingi serta kulit elegan yang memberikan kenikmatan fotografi selama bertahun-tahun.

Leica SL2 terbaru juga didukung oleh Leica FOTOS, aplikasi serbaguna yang tersedia untuk Android dan iOS, serta menawarkan koneksi tanpa batas.

Fitur lainnya adalah Leica Object Detention AF terbaru, Leica EyeRes viewfinder dengan resolusi yang lebih tinggi, sensor-shift technology, serta prosesor Maestro III untuk pengoperasian yang lebih cepat.

“Resolusi yang belum ada sebelumnya dari sensor gambar CMOS pada SL2 dalam format full-frame, bisa menghasilkan kualitas dan ketajaman gambar. Leica melakukan beberapa upaya untuk mendorong teknologi dan inovasi yang mengedepankan desain serta warisan yang telah ada,” kata Bernard.

“Perkembangan terbaru terdapat pada resolusi kamera yang dua kali lebih cepat dari pendahulunya, dilengkapi dengan 5-axis body-stabilization untuk mengatasi guncangan kamera. Serta Electronic ViewFinder beresolusi 5,76 MP, serta Leica Object Detention AF terbaru untuk memastikan fokus otomatis yang cepat dan handal,” kata Bernard.

Menurut Bernard, Leica SL2 bisa menjadi pasangan untuk semua jenis fotografi, berkat user interface yang inovatif. Penyelarasan dengan desain M dan Q yang sudah ada sebelumnya membuat penyesuaian menjadi lebih mudah untuk para fotografer.


Leica SL2 memiliki ukuran yang sama dengan pendahulunya dan cukup ringkas saat digenggam. Desain bodi ditingkatkan selaras dengan meningkatnya daya tahan kamera sehingga menjadikan SL2 sebagai teman yang sempurna untuk semua bentuk pemotretan.

Dilengkapi dengan L bayonet lens mount, Leica SL2 tidak hanya cocok dengan lensa SL-System dan TL-System, kamera ini cocok dengan lensa legendaris dari sistem M, S dan R Leica melalui adapter, yang menyediakan lebih dari 170 pilihan lensa, serta cocok dengan segala situasi fotografi.

L-Mount Alliance memperluas cakupan kemungkinan ini lebih jauh, dengan memberikan akses fotografer SL2 ke lensa yang kompatibel dengan L-mount dari Sigma dan Panasonic.

Ditambah dengan dynamic range, ketajaman warna hingga 14 bit per saluran RGB dan sensitivitas hingga ISO 50.000 memungkinkan kualitas gambar terbaik di semua kondisi pencahayaan.

Didukung Maestro III dan mode Smart AF baru, fitur autofocus bekerja lebih cepat, serta memungkinkan mengambil gambar tanpa gangguan dalam situasi pemotretan apapun.

“Kamera ini memiliki ukuran yang sama dengan pendahulunya dan cukup ringkas saat digenggam. Desain bodi ditingkatkan selaras dengan meningkatnya daya tahan kamera sehingga menjadikan SL2 sebagai teman yang sempurna untuk semua bentuk pemotretan,” tambah Bernard.


Kamera Leica SL2 menggantikan SL tipe 601 dan mewakili performa dan kualitas gambar terbaik yang dapat dihasilkan Leica. Itu adalah andalannya.

"Sambil mempertahankan warna ikonik dan pengalaman pemotretan, kamera ini adalah salah satu peralatan terbaik yang pernah saya gunakan dengan senang hati," sebut Ben Webster, fotografer travel yang bermukim di London, Inggris.

Inti dari SL2 adalah sensor full-frame 47MP dengan stabilisasi 5,5 stop yang menghasilkan rentang dinamis 15+ stop, seperti yang diiklankan Leica.

"Ini, dikombinasikan dengan prosesor Maestro III baru yang juga ditemukan di Q2, menghasilkan kinerja cahaya rendah yang cocok untuk skenario pengambilan gambar apa pun," jelas Ben dalam sebuah ulasannya tentang kamera SL 2.

File-file tersebut memiliki nada warna dan kontras yang kaya dengan benar melalui 6.400 ISO terakhir dan seterusnya hingga 10.000 / 12.500.

Memang, beberapa sensor Sony menyelesaikan lebih bersih saat melihat ISO yang lebih tinggi, tetapi berapa banyak dari kita yang benar-benar menggunakan ISO setelah 12.500?

Menurut pengalaman Ben, rentang dinamis hanya dapat dideskripsikan sebagai "seperti format sedang". File luar biasa yang sangat lunak dan mudah diedit dalam posting.

"Saya yakin bahwa tingkat detail yang disimpan dalam file yang dapat diekstraksi setelah fakta menyaingi penawaran dari Hasselblad's X1D II dan bahkan Fujifilm GFX 100," tulis Ben.

Karena desain sensor Leica yang unik, sebenarnya hanya ada dua sistem kamera di dunia yang memanfaatkan sepenuhnya desain lama dan optik yang ada di M-Lenses: M-System milik Leica, dan jangkauan SL.

Jadi, saat Anda memasangkan lensa M vintage berusia 60 tahun untuk digunakan dengan monster sensor 47MP baru ini (dengan IBIS) dan EVF resolusi tertinggi yang pernah saya gunakan (dengan puncak fokus), pengalaman ini benar-benar berubah.

EVF menampilkan layar OLED 5,76 juta titik yang berjalan pada 120fps, dengan kaca optik berkualitas tinggi di dalamnya untuk membuat pengalaman yang jauh lebih baik.

Beberapa orang akan membandingkan ini secara dekat dengan yang ditemukan di Panasonic S1R, tetapi begitu Anda melihat keduanya, Anda akan melihat perbedaan yang mencolok untuk sedikitnya.

"Kedengarannya seperti hiperbola, tetapi EVF, menurut saya, merupakan alasan yang cukup untuk bersandar pada SL2 daripada pesaing… itu bagus!" pungkas Ben.

Lantas berapa harga kamera Leica SL2? Saat pertama kali meluncur ke pasar fotografi Indonesia, kamera Leica SL2 dibanderol seharga Rp 103,4 juta. Itu baru bodi kameranya saja.

Untuk lensa Leica Lummilux 21 yang dipakai Anang Hermansyah ada di rentang harga Rp 70 - 100 juta. Tergantung kondisi dan spesifikasinya. 

Nah, wajar kan foto-foto karya Anang Hermansyah selama di Dubai banjir pujian ya. 
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar