Skip to main content

Tak Bermaksud Mendahului Takdir, Roy Kiyoshi Ungkap Kejadian Buruk yang akan Terjadi Di Tahun 2021, ‘Saya Sangat Khawatir Sekali’


Tak Bermaksud Mendahului Takdir, Roy Kiyoshi Ungkap Kejadian Buruk yang akan Terjadi Di Tahun 2021, ‘Saya Sangat Khawatir Sekali’

Siapa sih yang tak kenal dengan sosok Roy Kiyoshi?

Anda semua tentu kenal bukan?

Ya, Roy mulai ramai dibicarakan warganet sejak ia menunjukan kemampuannya.

Roy memang merupakan anak indigo, maka itu dirinya sering membagikan hasil ramalannya.

Bukan hanya meramal soal artis saja.

Roy juga sering membagikan hasil ramalannya megenai musibah atau kabar baik yang akan terjadi.

Seperti yang ia lakukan baru-baru ini, Roy kedapatan membongkar hasil ramalannya mengenai kejadian buruk yang akan terjadi di tahun 2021 ini.

Kira-kira apa saja ya hasil ramalannya?

Roy Bongkar Kejadian Buruk Di Tahun 2021

Saat ini kita sudah menjalani tahun 2021.

Banyak hal-hal baik yang kita harapkan dapat terjadi di tahun ini.

Namun, sayang kini Roy malah kedapatan membongkar kejadian buruk yang akan terjadi di tahun ini.


Dilansir dari Grid.ID yang mengutip dari acara talk show Deddy Corbuzier (12/1/2021), ibunda Roy Kiyoshi, Lany Chandarawati mengungkapkan pengalaman mistisnya saat mengandung Roy Kiyoshi.

Saat mengandung Roy, ia mengungkapkan jika dirinya kerap dianggap kesurupan oleh suaminya lantaran ia kerap berbicara sendiri.

"Papanya pikir saya kesurupan, padahal nyata suka ngomong sendiri, saya lihat kuntilanak berteman sama saya, iya saya juga gak takut," jelas Lany.

Saat hamil Roy, Lany juga menjelaskan jika dirinya memiliki indra keenam.

"Saya waktu hamil Roy ini bisa menerawang orang, punya six sense, saya juga bingung, kayak abang suami saya mau meninggal saya kok juga melihat nisan bersinar, gak lama ada yang meninggal," jelasnya.

Sudah diberkahi dengan kemampuan lebih sejak kecil, beberapa waktu lalu, Roy Kiyoshi menguraikan penerawangannya tentang bencana alam di tahun 2021.

Seperti yang diketahui, di awal tahun 2021 ini Indonesia diterpa dengan berbagai kabar duka, mulai dari jatuhnya pesawat, gempa bumi, banjir hingga letusan gunung berapi.

Menurut penerawangannya, Roy Kiyoshi menyebutkan akan ada gelombang tinggi mirip tsunami di tahun 2021.

Dilansir dari GridHits.id yang mengutip kanal YouTube Roy Kiyoshi (4/1/2021) kemarin, diungkapkan Roy Kiyoshi menguraikan hal-hal yang dilihat dari penerawangannya.

Pasalnya, hal tersebut kerap membuatnya khawatir dan bermimpi buruk.

"Saya sangat khawatir sekali dengan apa yang saya lihat dan saya memimpikan ini berkali-kali. Setiap kali mimpi ini saya terbangun dengan ngos-ngosan, rasanya kayak sesak napas," jelas Roy.

"Saya melihat bencana berupa air besar dan lumpur yang pekat, mirip tsunami airnya besar sekali dan warna airnya gelap dan ketinggian gelombang airnya sangat tinggi sekali," paparnya lanjut.

Dari penerawanganya tersebut, ia pun mendengar teriakan minta tolong karena terjangan gelombang tinggi tersebut.

Kemudian ada suara 'tolong, tolong ada air' ini seperti gelombang ombak yang sangat tinggi menyapu pesisir pantai," ujar sang paranormal.

Tak hanya bencana alam, Roy Kiyoshi pun menyebutkan akan banyak terjadi kecelakaan di tahun 2021.

"Nantinya bakal ada, entah ada kereta api juga mungkin, saya ngelihat selain kecelakaan, saya melihat tahun ini akan banyak memakan korban jiwa sebenernya," ujar Roy.

"Di tahun 2021 cuma dua, kalo nggak bencana, pasti kecelakaan udara dan darat. Jadi dominasi 2021 seperti itu si," sambungnya.

Menurut penerawangan Roy Kiyoshi, tahun ini disebut sebagai tahun yang tidak aman.

"Karena saya melihat di tahun 2021 nggak aman dalam bencana, bencana kecelakaan, bencana alam. Mungkin sampai Desember," ungkap Roy Kiyoshi.

Banjir Di Manado

Benar saja, salah satu ramalan dari Roy mengenai bencana alam benar terjadi.

Pada awal tahun kemarin Indonesia dilanda kabar duka mengenai banjir yang terjadi di Manado.

Dilansir dari Grid.id, akibat tingginya intensitas hujan serta struktur tanah yang labil mengakibatkan terjadinya tanah longsor di Kota Manado, Sulawesi Utara.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (16/1/2021), pukul 15.09 WITA.

Akibat derasnya hujan yang turun, ketinggian permukaan air naik mencapai 50 hingga 300 cm.

Dikutip dari Tribunnews.com, total ada 9 kecamatan yang terkena dampak banjir dan tanah longsor di Kota Manado.

Kesembilan kecamatan tersebut adalah Kecamatan Tikala, Kecamatan Paal Dua, Kecamatan Malalayang, Kecamatan Sario, Kecamatan Bunaken, Kecamatan Tuminting, Kecamatan Mapanget, Kecamatan Singkil, dan Kecamatan Wenang.

Akibat bencana tersebut tercatat ada 2 unit rumah yang rusak berat dan 10 unit rumah rusak sedang.

Melansir dari Kompas.com, tak hanya merusak rumah pemukiman penduduk, banjir dan tanah longsor di Kota Manado juga mengakibatkan korban jiwa.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati mengatakan ada 5 korban jiwa yang meninggal dunia dan 1 orang masih dalam tahap pencarian.

"Peristiwa ini menyebabkan 5 orang meninggal dunia, 1 orang hilang masih dalam pencarian, serta 500 jiwa mengungsi yang masih dalam proses pendataan," jelas Raditya Jati yang dari dikutip Kompas.com dalam kutipan siaran pers, Minggu (17/1/2021).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Utara dan Kota Manado melakukan kaji cepat dan evakuasi bersama SAR, TNI/Polri, beserta masyarakat dan para relawan.

Selain itu, BPBD Kota Manado juga memberikan bantuan berupa makanan siap saji kepada para pengungsi.

Menurut pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kota Manado masih berpotensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir.

Maka dari itu, masyarakat diimbau oleh BNPB untuk tetap waspada dan siaga dengan musim hujan yang akan melanda beberapa wilayah Kota Manado hingga bulan Februari mendatang.



(*)
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar