Skip to main content

Jadi Salah Satu Pewaris Harta 53,1 Triliun Ayahnya, Tak Disangka Putri Tanjung Diberi Uang Jajan Sedikit Saat Sekolah hingga Terpaksa Dagang Kecil-kecilan, Putri Chairul Tanjung : Enggak Boleh Minta Uang


Nama Putri Tanjung menjadi sorotan. 

Wanita yang kini menjadi stafsus termuda Presiden Jokowi ini cukup berprestasi hingga menjadi bahan perbincangan. 

Di usianya yang kini masuk 24 tahun, ia sudah menjadi CEO dan Founder Creativepreneur.

Wanita kelahiran Jakarta, 22 September 1996 ini adalah anak sulung dari dua bersaudara yang lahir dari pasangan Chairul Tanjung dan Anita Tanjung.

Wanita cantik ini menjalani kuliah di Academy of Arts, San Francisco, Amerika Serikat.

Yang menarik, ia mengungkapkan cara sang ayah yang mendidik anaknya saat masih kecil.

Ternyata, di luar prediksi banyak orang, ia tidak dimanja dan diberi fasilitas mudah dan serba mewah meski ayahnya seorang konglomerat.

UANG JAJAN SAAT MASIH KECIL

Jangan bayangkan ia akan diberi apa saja saat masih kecil.  

Gadis cantik ini juga uang jajan yang diberikan sang ayah dulu.

Hal itu ia ungkapkan di YouTube channel Boy William, Selasa (13/4/2021).

Chairul Tanjung adalah salah satu konglomerat di Indonesia.

Ia punya jaringan bisnis menggurita, dimana perusahaannya membawahi anak perusahaan Trans Corp, Bank Mega, dan CT Global Resources.

Mengutip data Forbes dalam laporan April 2020, kekayaan Chairul Tanjung mencapai US$3,1 miliar, dan menempati peringkat ke-6 terkaya di Indonesia.

Sementara itu, menurut data Forbes Real Time Billionaires pada Kamis (8/10/2020), kekayaan Chairul Tanjung meningkat mencapai US$3,6 miliar.

Artinya, ada penambahan kekayaan CT sekitar US$0,4 miliar.

Dengan kurs rupiah Rp14.750 per dolar AS hari ini, kekayaan Chairul Tanjung setara dengan Rp53,1 triliun.

Meski kekayaannya fantastis, ternyata uang jajan sang anak di luar dugaan banyak orang. 

Melalui Boy William, Putri Tanjung mengungkapkan hal ini.

Hal itu bermula saat hal itu disinggung oleh Boy William.

"Lu waktu kecil tau gak kalau lu kaya?" tanyanya dikutip TribunJakarta.com.

"Jujur dari kecil gak pernah ditanemin bahwa lu tuh kaya, gitu sama orangtua," ucap Putri Tanjung.

Mengingat momen masa kecilnya, Putri Tanjung menyebut sang ayah mendidiknya untuk giat berusaha.

"Gue itu di didik sama nyokap bokap kayak mau dapetin apa itu gak gampang harus rangking dulu, ini dulu," cerita Putri Tanjung.

"Serius?" tanya Boy William.

"Iya," kata Putri Tanjung.

Putri Tanjung lantas mengungkap uang jajannya saat masih kecil yang ternyata setengah dari uang jajan teman-temannya.

"Gue itu dikasih uang jajan setengah dari temen-temen gue, tau gak boy kenapa?" tanya Putri Tanjung.

"No," kata Boy William.

"Biar gue itu mikir gimana caranya biar dapat uang tambahan, jadi gue bikin pembatas buku segala macem, walaupun yang beli nyokap bokap juga," cerita Putri Tanjung.

Bapak, bapak, dan bapak

Dulu, Putri mengaku sering merasa risih bila dikatakan bahwa segala pencapaiannya saat ini semata karena bantuan dari orangtua, terutama sang bapak.

Buat Putri, sosok sang bapak adalah idola, teladan, sekaligus mentor.

Namun, ada satu hal lagi, sosok bapak yang sama bukanlah model orangtua yang membantu anaknya dengan rupa uang dan atau akses gratis.

Ketika Putri menyatakan hendak menekuni dunia usaha dan kewirausahaan, ada tiga syarat diajukan sang bapak untuk pemberian izin dan restu.

"Pertama, Bapak enggak mau kasih modal. Kedua, enggak boleh minta uang dari CT Corp, dari perusahaan Bapak. Ketiga, enggak boleh pinjam uang (ke Bapak),” ujar Putri dikutip dari Kompas.com.

Seturut waktu, Putri tak mau lagi ambil pusing dengan prasangka orang tentang dirinya, tentang capaian-capaiannya.

Tak membantah ada privilege terlahir sebagai anak pengusaha papan atas, Putri menyebut hal itu hanya satu faktor, bukan penentu akhir perjalanannya.

"Jadi aku ngerasa semakin dewasa lebih bisa berdamai sama diri sendiri. Kayak, of course aku bisa seperti sekarang enggak terlepas dari orangtuaku yang sangat luar biasa,” tutur Putri.

Pada akhirnya, kata dia, setiap orang tetaplah akan dan harus menjalani proses hidupnya masing-masing, terlepas dari asal-usul dan privilege keluarga.

“(Terlebih lagi), mau dia anaknya pengusaha, mau dia gender-nya apa, umurnya berapa, semua orang itu punya hak yang sama untuk sukses. Asalkan lu mau,” tegas dia yang saat ditanya hobi pun jawabannya enggak jauh-jauh dari urusan bikin inovasi pekerjaan.

Dalam perbincangan tepat selama waktu pakai satu baterai kamera DSLR dari sekali cas penuh, perempuan bertinggi badan 172 sentimeter ini bertutur banyak hal tentang diri, keluarga, nilai, dan visinya.

Kepak sayap Putri masih jauh dari kata berhenti. Dia mendirikan Creative Experience Office (CXO), unit usaha di bawah CT Corp yang fokus pada customer experience.

Lalu, pada awal 2021, Putri menginisiasi sebuah program untuk para perempuan, dia namai Elevate Women.

Putri berkeyakinan bahwa perempuan adalah makhluk istimewa, yang punya peluang sama besarnya untuk berkarya besar dan mendapatkan apresiasi setara di segala bidang.

Dari semua kiprah dan aktivitasnya, Putri berkeyakinan bahwa pada akhirnya segala hal haruslah berangkat dari niat baik, terlepas apa pun hasil akhir yang nanti akan didapat dari proses yang dijalankan.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar