Skip to main content

Akhirnya Dibongkar, Hotman Paris Ternyata Pernah Divonis Mengidap Penyakit Parah oleh Dokter sampai Harus Segera Kumpulkan Anaknya dan Bagi Harta Warisan


 Pernah divonis penyakit serius ini, Hotman Paris sampai kumpulkan anak-anaknya untuk bahas warisan. 

Siapa yang kini tak kenal dengan pengacara nyentrik Hotman Paris?

Sebagai pengacara, dirinya begitu dikenal karena kerap terlibat dalam penyelesaian beragam kasus besar.

Mulai dari pejabat, hingga artis-artis tanah air pernah menggunakan jasanya sebagai pengacara. 

Berkat pamornya itu, Hotman sampai dikenal dengan pengacara termahal di tanah air. 

Bahkan, Hotman pernah mengaku jika minimal ia akan mendapatkan honor 100 ribu dolar (1,4 miliar) per kasusnya. 

Tak heran akhirnya kini Hotman Paris bergelimang kekayaan dan kemewahan. 

Dirinya miliki beragam aset seperti rumah, villa, bahkan mobil-mobil mewah. 

Gayana setiap hari di depan publik pun bisa dikatakan begitu nyentrik.

Bahkan, Hotman kerap membagikan aktivitas pestanya dengan banyak wanita-wanita cantik.

Namun beberapa waktu lalu, Hotman Paris buat sebuah pengakuan mengejutkan. 

Hotman Paris mengungkapkan pernah akan membagikan warisannya kepada ketiga anaknya setelah mendengar diagnosa dari dokter.

Hal ini dia ceritakan dalam Hotman Paris Show yang tayang di iNews.

"Saya pernah salah diagnosa dokter di Indonesia dia bilang penyumbatan saya sudah 75 persen, saya langsung booking pesawat ke Singapura karena saya nggak percaya," jelas Hotman.

"Malamnya saya panggil anak-anak, catat! Kalau saya ada apa-apa catat! gue bilang, di sini ada rekening, di sini, di sini, tapi saya perhatiin muka anaknya juga," kisah Hotman.

"Dalam hati gue ini anak jangan-jangan doain gue mati ini," kelakar Hotman.

Beruntung bahwa diagnosa yang diberikan dokter saat itu ternyata keliru.

"Waktu abang cek ke Singapore, ternyata dokter salah diagnosa?" Tanya Melaney Ricardo.

"Ternyata di Singapore cuma 25 persen," kata Hotman.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar