Skip to main content

Keadaan Mental Anak Gading Marten Jadi Perhatian, Kak Seto Sarankan Gisel Lakukan Ini pada Sang Putri


Kasus yang menjerat Gisella Anastasia memang ramai dibahas publik.

Tidak hanya dirinya, tetapi juga menyangkut pada mantan suami dan anak semata wayang mereka.

Psikolog anak Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto pun membeberkan cara menguatkan mental anak yang masih berusia 5 tahun itu.

Melalui kanal YouTube KH INFOTAIMENT pada Minggu (3/1/2021), Kak Seto membeberkan langkah yang sebaiknya diambil Gisel dan Gading Marten demi kebaikan anak.

Kak Seto berharap Gading Marten terus melakukan pendekatan pada anaknya.

Sedangkan untuk Gisel, Kak Seto memberikan saran supaya berani meminta maaf pada anaknya.

"Sejauh semua dapat diselesaikan dengan cara yang damai, dengan tetap memberikan kepercayaan pada anak bahwa mungkin dengan cara yang tepat," ujar Kak Seto.

"Dengan komunikasi dua arah, berdiskusi, dari hati ke hati, bahwa setiap orangtua bisa melakukan kesalahan," imbuhnya.

"Mungkin juga orangtua berani meminta maaf pada anak dengan selalu mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa, saya kira semua bisa diatasi dengan cara yang baik," tandasnya.

Selain itu dengan mengurangi konflik, membuat anak Gisel dan Gading Marten tumbuh dengan kasih sayang.

"Paling penting tidak ada konflik antara ayah dan bundanya, artinya tidak ada misalnya perbutan hak asuh, saling menghujat, saling menjelekkan, saling menyerang, dan sebagainya," kata Kak Seto.

"Walaupun berpisah, dua-duanya harus tetap hadir di hati anak dalam nuansa yang sangat indah dan mesra," imbuhnya.

Kak Seto pun menyoroti kecerdasan anak Gisel dan Gading Marten yang di atas rata-rata anak seusianya.

Menurut Kak Seto, Gisel dan Gading Marten akan lebih mudah memberikan pengertian terkait masalah orangtuanya.

"Saya sepintas melihat videonya, anak ini cukup cerdas, cukup kreatif, cukup spontan, sehingga saya harapkan mudah untuk berkomunikasi," ujar Kak Seto.

"Jadi dengan komunikasi yang sangat efektf, berbicara dari hati ke hati, tidak terlalu memaksakan suatu kehendak," imbuhnya.

"Saya kira akan mendapatkan suatu pengertian yang lebih bersih, bahwa itu orang bisa melakukan kesalahan," tandasnya.

"Orang yang melakukan kesalahan ini berani meminta maaf, kemudian mungkin saling memberikan penguatan," jelasnya.

Kak Seto ingin Gading Marten dan Gisel mau bersama-sama membangun ketahanan mental anaknya.

"Dengan cara demikian mudah-mudahan baik anak ayah maupun ibu bisa sinergi bisa membangun ketahanan mental sang anak," ucap Kak Seto.(*)
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar