Skip to main content

Kelakuan Teddy Dibongkar Pihak Bank, Rizki Febian Pertanyakan Uang Rp 5 M Miliknya, Surat Kuasa Raib


Kelakuan Teddy dibongkar pihak Bank, Rizky Febian pertanyakan uang Rp 5 miliar miliknya, surat kuasa raib.

Polemik antara keluarga Sule dengan Teddy Pardiyana, suami mantan istrinya belum juga usai.

Bahkan, kisruh tersebut kian memanas perihal harta warisan mendiang Lina Jubaedah.

Tidak hanya melibatkan Sule, tapi anak-anak Sule juga terlibat, seperti Rizky Febian dan Putri Delina.

Rizky Febian dan Putri Delina akhirnya bersuara soal perseteruan warisan Lina Jubaedah yang dituntut Teddy Pardiyana.

Bahkan, putra sambung Nathalie Holscher itu mempertanyakan asetnya yang selama ini dikelola oleh almarhumah Lina Jubaedah.

Hal ini dikutip Banjarmasinpost.co.id dari akun Youtube Youtube KH Infotainment, Sabtu (19/12/2020).

Bahkan Teddy menuding Putri Delina telah mengambil harta warisan tersebut tanpa sepengetahuannya.

Sebelumnya, sempat ada rencana pertemuan antara kedua belah pihak.

Dalam pertemuan Rabu (16/12/2020), Rizky Febian ikut hadir mendampingi Putri Delina bertemu pihak Teddy.

Sayangnya, suami kedua almarhumah Lina itu justru tak hadir di pertemuan.

Rizky menyayangkan hal tersebut, mengingat Teddy selama ini selalu tampil di hadapan media.

Rizky juga membantah soal tudingan dirinya dan Putri menolak untuk bertemu pihak Teddy.

"Sangat disayangkan Pak Teddy tidak hadir karena kan di media sudah hadir beberapa kali," katanya.

"Saya menyampaikan ke mereka bahwa saya bukan tidak ingin bertemu." ujarnya.

"Putri dan Rizky kan juga punya kegiatan dengan waktu yang panjang dan kontrak, kami bukan mau menolak bertemu saat itu," tambah Rizky.

Penyanyi 22 tahun itu juga membahas soal warisan ibunya yang dipermasalahkan Teddy.

Rizky bahkan mengungkapkan bahwa surat kuasa yang disimpan Putri Delina justru hilang di safety box di bank.

"Aku ngobrol sama Putri, memang saat ketemu sama Pak Abdurahman, dia sudah kasih surat kuasa," katanya.

"Sebelum Putri ada kegiatan datang ke bank, dari pihak bank bilang sudah ada aktivitas dua kali Pak Teddy datang ke situ," tambah pelantun Kesempurnaan Cinta ini.

"Ketika penyerahan, surat kuasa itu ada bersama surat-surat lain di dalam safety box. Setelah Putri ada kegiatan di sana, surat kuasa itu tidak ada, itu yang jadi pertanyaan buat kita," ucap Rizky.

Semasa ibunda masih hidup, Rizky Febian sempat menitipkan uang hampir senilai Rp 5 miliar.

Karena saat itu, dia ingin fokus berkarier.

Menurut informasi yang didapatnya, uang tersebut sudah berubah menjadi aset bangunan

Rizky mempertanyakan aset tersebut dan merasa tak terima karena itu semua adalah haknya.

"Saat itu, aku percayakan ke mama karena waktu itu belum ada masalah apapun ya," ujarnya.

"Yang mau saya tanyakan ini uang yang disimpan di mama sekarang sudah jadi aset, ada kos-kosan, vila, toko material, mobil. Ini adalah hak saya," ucap Rizky.

Rizky bahkan terkejut saat tahu bahwa aset vila di Bandung telah dijual.

Di media sosial, kos-kosan yang kini dikelola Putri pun diumumkan akan dijual tanpa sepengetahuannya.

"Kayak masalah kos-kosan, itu kan hak Iki. Sekarang Putri yang urus per bulan semuanya," katanya.

"Tiba-tiba ada orang luar, tiba-tiba ditaruh di media website bahwa itu mau dijual. Kenapa sampai segitunya," ujar Rizky.

"Intinya kita tidak menuduh, tapi mempertanyakan," sambungnya.

Rumit sekali ya, Bunda, permasalahan warisan eks istri Sule ini. Semoga cepat ditemukan jalan keluarnya.

Fakta Sebenarnya Soal Uang Rp 650 Juta yang Dituntut Teddy

Rizky Febian dan Putri Delina akhirnya buka suara perihal uang Rp 650 juta yang gencar dituntut oleh Teddy dari harta warisan peninggalan mendiang Lina Jubaedah.

Konflik keluarga Sule dengan Teddy perihal harta warisan mendiang Lina Jubaedah kini kian semakin memanas.

Tanpa adanya pembicaraan dengan anak - anak Sule yang disebut menyimpan harta milik Lina, tiba - tiba saja Teddy secara mendadak membongkar tabiat Putri Delina yang disebutnya telah membawa seluruh harta warisan Lina.

Dijelaskan pengacaranya Teddy, Ali Nurdin menyebut Putri Delina mengambil harta Lina tanpa sepengetahuan Teddy.

Teddy sebenarnya sudah menyimpan harta warisan Lina itu di satu bank swasta.

Sontak sikap Teddy itu akhirnya menimbulkan polemik dan memancing amarah dari suami Nathalie Holscher yang tak terima anak - anaknya diperlakukan demikian oleh suami mantan istrinya.

Selama berumahtangga, Teddy mengaku juga memiliki harta.

Pasalnya, ia sudah bertahun-tahun bekerja di luar negeri dan mengumpulkan rupiah.

Hal ini diungkap Teddy yang terlihat dalam kanal YouTube Intens Investigasi, Kamis (10/12/2020).

"Padahal saya kan kerja di Amerika 7 tahun, di Jepang 3 tahun," ucap Teddy.

"Bawalah, (saya) bawa harta juga."

Tak hanya itu, Teddy bahkan sampai membeberkan jumlah uang yang dimilikinya dulu.

Terkait harta gono-gini Lina, ia mengaku sudah menjelaskan pada pengacara anak sulung Sule, Rizky Febian.

"Saya masuk di bank sekitar 500 (juta) buat kekurangannya, buat renovasi sekitar 150 juta juga," ujar Teddy.

"Terus kemarin saya ditanyain lawyer-nya Aa Iky buat inventarisir semuanya udah saya jelasin juga."

"Karena saya sendiri awam tentang hukum yang berhubungan dengan beginian."

Teddy tak menyangka ucapannya bakal memicu konflik dengan Sule yang sempat padam.

Ia mengaku terpaksa kembali mengungkit soal harta Lina.

"Tadinya saya enggak mau bahas ini," ujar Teddy.

"Tapi kan kemarin dipanggil pihak lawyer almarhumah dan Aa Iky."

"Jadi saya sendiri lebih baik dikuasain lagi, biar Beliau yang udah tahu gimana hukumnya." tuturnya.

Kecewa dengan sikap ayah tirinya yang terus mencerca sang adik perihal uang warisan, lewat sebuah konprensi pers yang diunggah di kanal youtube beepdo.com Sabtu (19/12/2020) Ferry Hudaya pengacara Iky membongkar fakta dibalik uang milik Teddy tersebut.

"Jadi menurut informasi Pak Ecen dulu Pak Teddy itu cerita punya uang 650 juta, uang Pak Teddy itu dipergunakan untuk membuat restoran ayam geprek," tutur Ferry.

Pembangunan restoran tersebut dijelaskan telah menghabiskan uang milik Teddy sebesar 500 juta dengan rincian Rp 300 juta untuk biaya sewa dan Rp 200 juta untuk modal.

"Jadi uang Pak Teddy itu udah habis disitu begitu ya? Jadi kalau katanya ada uang Pak Teddy untuk kos - kosan itu ya silahkan nilai sendiri lah, kita kalau umpamanya mau ada pembuktian dan lain - lain nanti lah urusannya, bisa dibuktikan saksinya juga masih ada," jelas Ferry lagi. (*)
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar